selamat datang di blogg Riyowansyah 24-03-2015 mengejar impian

Jumat, 09 Januari 2015

pengembangan kurikulum KTSP dan kurikulum 2013



BAB II
PENGEMBANGAN KURIKULUM KTSP


A.    LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM KTSP
Sekolah memang memiliki kewenangan untuk mengembangkan KTSP. Akan tetapi kewenangan sekolah tidaklah mutlak. Dalam pengembangan kurikulum, setiap sekolah harus mengacu kepada landasan yang sama secara nasional. Landasan pengembangan KTSP ada banyak hal antara lain :
1.      Undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
2.      Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan0
3.      Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan
4.      Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang Standar Pelaksanaan peraturan Menteri nomor 22 dan 23 tahun 2006.  

B.     KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATU PENDIDIKAN (KTSP)
1.      Visi dan Misi Satuan Pendidikan
Menurut Morrisey ( dalam Mulyasa,2006:176 ).Visi adalah representasi apa yang diyakini sebagai bentuk organisasi masa depan dalam  pandangan pelanggan,karyawan,pemilik dan stakeholder lainnya.Visi sekolah harus mengacu pada kebijakan pendidikan nasional dengan tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan kebutuhan siswa dan tujuan Pendidikan Nasional dapt dijadikan pedoman setiap sekolah sama dan serentak.Dan mengenai visi setiap sekolah pasti berbeda-beda dalam perumusan visi haruslah singkat tetapi mampu menggambarkan rancangan kedepan sesuai dengan cita-cita sekolah dengan landasan tujuan pendidikan nasional dan harus memperhatikan kondisi sekolah.( Dirjen Dikdasmen,2004:21 ) Misi adalah bentuk layanan atau tugas untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam misi dengan berbagai indikatornya. Jadi keduanya saling berkaitan dan mendukung dengan tujuan pendidikan nasional sebagai tolok ukurnya demi pencapaian subuah cita-cita sekolah.



2.   Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuan adalah apa yang akan dicapai atau dihasilkan oleh suatu sekolah dan waktu pencapaiannya.Tujuan pendidikan dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan Menurut Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang standart isi tujuan umumnya adalah sebai berikut :
1.      Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2.      Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian,Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3.      Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian,Aklhak mulia serta untuk keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruan.

3.   Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.Struktur KTSP memuat : mata pelajaran, muatan lokal, kegiatan pengembangan diri,  pengaturan beban, kenaikan kelas, penjurusan dan kelulusan pendidikan kecakapan hidup serta pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.( Mulyasa,2006:180 ).Sruktur dan muatan KTSP pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam standart isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :
1.  Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
2.  Kelompok mata pelajaran kwarganegaraan dan kepribadian.
3.  Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tehknologi.
4.  Kelompok mata pelajaran estetika.
5.  Kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan.

Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh selama 6 tahun dri kelas I sampai kelas IV sebagai berikut :
1.  SD/MI memuat 8 mapel : mulok,dan pengembangan diri
2.  Mapel IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA dan IPS terpadu”
3.  Pembelajaran pada kelas rendah 1 sampai 3 menggunakan pembelajaran tematik,dan pada kelas tinggi ( 4-6 ) menggunakan pendekatan mata pelajaran.
4.  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
5.  Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
6.  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) 34-38 minggu.

a)      Muatan Lokal
Merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler untuk mengembangkan potensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,termasuk keunggulan daerah.Mulok merupakan mata pelajaran sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakannya.
b)      Pengembangan Diri
Bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspreseikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat dan minat siswa sesuai denga kondisi sekolah.Kegiatan ini difasilitasi oleh konselor,guru atau tenaga pembantu lainnya yang ahli dibidangnya.
c)      Pengaturan Beban Belajar
Jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan s           istem paket atau kredit semester,keduanya dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan.SD sederajat menggunakan program pendidikan sistem paket,SMP sederajat menggunakan sistem kredit semester.Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang siswanya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur yang berlakau pada suatu satuan pendidikan.SD sederajat (35 menit),SMP sederajat (40 menit),SMA sederajat (45 menit).
Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang siswanyamenentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan (SKS) satu SKS meliputi satu jam pembelajaran tatap muka,satu jam penugasan terstruktur dan satu jam kegiatan mandiri tak terstruktur.

d)   Ketuntasan Belajar
Ketuntasan setiap indikator berkisar 0-100%,ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%,satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata siswa serta kemempuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
d)     Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Menurut PP 19/2005 Pasal 72 Ayat 1,siswa dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar menengah setelah :
1.   Menempuh dan menyelesaikan seluruh program pendidikan.
2.  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran.
3.  Lulus ujian sekolah
4.  Lulus ujian Nasional.
e)      Penjurusan
Dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.Kriteria penjurusan serta prasyarat standar nilai minimum penjurusan yang telah ditentukan oleh pihak instansi sekolah dan direktorat teknis terkait.
f)       Pendidikan Kecakapan Hidup
Untuk kurikulum SD sd SMA dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi,sosial,akademik,dan vokasional yang merupakan bagian dari integral dari pendidikan semua mata pelajaran.
g)      Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, tehknologi informasi dan komunikasi, ekologi dsb.Pendidikan ini dapat diperoleh siswa dari satuan pendidikanformal lain dan/non formalyang sudah terakreditasi.
h)      Kalender Pendidikan
Dilakukan setiap tahun ajaran satuan pendidikan dasar maupun menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah,karakteristik sekolah,kebutuhan siswa,dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang telah dimuat dalam Standar Isi.




C.    HAKEKAT PENGEMBANGAN KTSP
Pengembangan KTSP sudah didahului dengan pengembangan kurikulum yang lebih tinggi yaitu kurikulum tingkat nasional. Pada tingkat nasional, pengembangan kurikulum dilaksanakan dalam rangka mengembangkan Standar Nasional Pendidikan, yang mencakup Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Hasil pengembangan kurikulum tingkat nasional ini dijadikan sebagai landasan dan acuan dalam mengembangkan KTSP.
1.      Prinsip – prinsip pengembangan KTSP
Dalam pengembangan KTSP terdapat sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan yaitu :
·         Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,dan kepentingan siswa dan lingkungan
·         Beragam dan terpadu
·         Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
·         Relevan dengan kebutuhan kehidupan
·         Menyeluruh dan berkesinambungan
·         Belajar sepanjang hayat
·         Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

2.       Strategi pengembangan kurikulum
·         Melakukan sosialisasi KTSP kepada seluruh warga sekolah
·         Mengadakan musyawarah antara kepala sekolah, tokoh masyarakat, dan pakar kurikulum untuk mengembangkan kurikulum
·         Menciptakan suasana kondusif
·         Penyiapan sumber belajar
·         Mengembangkan dan menciptakan disiplin peserta didik
·         Pengembangan kemandirian kepala sekolah
·         Membangun karakter guru

3.   Acuan Operasional Penyusunan KTSP
·         Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
·         Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai tingkat perkembangan dan kemampuan siswa
·          Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
·         Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
·         Tuntutan duina ker
·         Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
·         Agama
·         Dinamika perkembangan global
·         Persatuan nasional dan nilai – nilai kebangsaan
·         Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
·         Kesetaraan jender
·         Karakteristik satuan pendidikan



BAB III
PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013


A.    PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
Pengembangan kurikulum 2013 ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar sejajar dengan negara-negara lain, khususnya negara-negara di kawasan Asia.  Apalagi hasil PISA (Program for International Student Assessment) mengindikasikan bahwa kiblat dunia pendidikan bukan lagi ke negara-negara di kawasan Eropa tetapi sudah beralih ke negara-negara di kawasan Asia, seperti Cina dan Singapura. Sayangnya, dibalik kemajaun pendidikan di beberapa negara asia tersebut, Indonesia justru mengalami stagnasi, bahkan penurunan kualitas. Hasil studi terbaru PISA menunjukkan bahwa Indonesia hanya mampu menduduki posisi keenam puluh satu dari enam puluh lima Negara peserta PISA untuk kategori matematika. Berkaca dari hasil PISA tersebut, pemerintah melalui kementerian pendidikan berupaya meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia melalui pengembangan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diharapkan mampu menjadi angin segar pembawa perubahan dalam sistem pendidikan yang dinilai masih kaku dan belum mampu meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, maupun afektif. Kurikulum 2013 di desain agar peserta didik lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan aktif menanya, mengamati, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan hasil pembelajaran. Kurikulum 2013 mengharapkan adanya keseimbangan antara kemampuan kognitif dengan sikap dan keterampilan peserta didik.
Muara dari penerapan kurikulum 2013 adalah terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan berakhlak mulia. Dalam penerapannya, kurikulum 2013 memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat memperkaya pengetahuan dari berbagai sumber, seperti buku, internet, dan lingkungan sosial masyarakat. Peran guru dalam kurikulum 2013 hanya sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, yang fungsinya mengarahkan peserta didik untuk mencapai target pembelajaran sesuai dengan yang ditetapkan. Hasil akhir yang diharapkan dari model pembelajaran yang aktif, kreatif, dan gembira ini adalah para peserta didik terpacu untuk meningkatkan kemampuannya di bidang sains, matematika, dan membaca yang menjadi kelemahan peserta didik Indonesia menurut penilaian PISA. Kurikulum 2013 memang manjanjikan untuk kemajuan  pendidikan di Indonesia. Pengembangan kurikulum 2013 sangat kontekstual dan dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pendidikan, karena peningkatan kualitas pendidikan tentu akan berdampak pada meningkatnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia  di mata internasional. Namun, ketika kurikulum 2013 diterapkan di lapangan berbagai hambatan dihadapi, sebagai akibat dari kurangnya persiapan dan keseriusan pemerintah dalam menerapkan kurikulum 2013.
B.     INFRASRUKTUR MENJADI HAMBATAN UTAMA PENERAPAN      KURIKULUM 2013                 
Kegalauan penulis dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Kurikulum 2013 Perlu Masa Transisi” kini terbukti. Ada pola pikir yang keliru dalam penerapan kurikulum 2013, di mana kurikulum diterapkan terlebih dahulu, baru kemudian guru dipaksa menyesuaikan diri.  Seharusnya jika pemerintah serius ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia melalui pengembangan kurikulum 2013 pola pikir tersebut diubah, para guru dipersiapkan terlebih dahulu baru kemudian kurikulum diterapkan, agar tidak terjadi salah kaprah dalam implementasi di lapangan. Pola pikir ini seharusnya menjadi pertimbangan mendasar bagi pemerintah dalam menerapkan kurikulum 2013, terlepas dari ada atau tidaknya target atau kepentingan tertentu di balik penerapan kurikulum 2013 yang terkesan terburu-buru. Hampir mustahil bagi para guru menerapkan kurikulum 2013 secara utuh tanpa mendapat pembekalan yang memadai dan memeroleh pemahaman yang utuh terkait konsep dan bagaimana menerapkan kurikulum 2013 di lapangan. Cara pemerintah dalam mensosialisasikan kurikulum 2013 yang seadanya, membuat penerapan di lapangan menjadi tidak efektif. Bayangkan saja, untuk mensosialisasikan kurikulum yang isinya mengalami banyak perubahan dari kurikulum sebelumnya (KTSP), para guru hanya diberi pelatihan satu sampai dua hari. Pelatihan pun hanya diberikan kepada para guru yang dianggap kompeten yang diharapkan nantinya dapat meneruskan ke sekolah masing-masing. Dalam hal ini, kita baru berbicara mengenai kondisi yang terjadi di tingkat kabupaten kota yang kualitas pendidikannya tidak terlalu jauh berbeda dari sekolah-sekolah yang berada di Pulau Jawa, kita belum berbicara mengenai sekolah-sekolah yang berada di pelosok negeri dengan keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis yang jauh lebih sulit dan kompleks. Perlu diingat bahwa berbicara Indonesia bukan hanya Pulau Jawa ataupun Sumatera, tetapi harus dilihat juga daerah-daerah terpencil lainnya dengan berbagai permasalahan masing-masing, khususnya dalam mengakses informasi. Bagaimana mau menerapkan, kalau informasi yang diterima tentang kurikulum 2013 saja masih sangat minim? Sampai saat ini, pemerintah belum juga mampu memenuhi janjinya terkait pengadaan buku dan infrastruktur penunjang lainnya untuk mendukung penerapan kurikulum 2013. Pemerintah menjanjikan bahwa buku kurikulum 2013 akan disediakan oleh pemerintah dan akan dibagikan secara gratis bagi sekolah-sekolah penerima BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kenyataan yang terjadi di lapangan, pemerintah kewalahan memenuhi targetnya sendiri. Buku tak kunjung datang, sementara kegiatan belajar mengajar harus segera dilaksanakan, pada akhirnya sekolah-sekolah terpaksa bekerjasama dengan penerbit di daerahnya masing-masing untuk pengadaan buku kurikulum 2013. Orangtua peserta didik kembali dibebani dengan biaya pengadaan buku kurikulum 2013 yang dijanjikan gratis oleh pemerintah. Persoalan tidak selesai sampai di situ, untuk buku-buku tertentu pihak penerbit belum menyediakan untuk versi kurikulum 2013, sehingga guru-guru harus berpikir kreatif dengan mencari atau mengunduh sendiri buku pelajaran dari internet. Pertanyaannya, lalu bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah terpencil, seperti Kalimantan atau Papua, jangankan internet listrik pun tak punya? Mungkinkah kurikulum 2013 diterapkan secara merata di seluruh penjuru Indonesia, jika gambaran situasi yang terjadi seperti ini?I nilah yang penulis maksudkan bahwa kurikulum 2013 kontekstual dalam pengembangan, namun tidak dalam terapan. Dunia pendidikan Indonesia memang membutuhkan terobosan-terobosan baru, seperti yang tercetus dalam kurikulum 2013 untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Dunia pendidikan internasional pun terus mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan dunia kerja. Dalam hal ini, Indonesia harus terus berbenah demi meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia dengan negara-negara lain, khususnya negara-negara di Kawasan Asia. Namun, untuk dapat menerapkan kurikulum 2013 secara utuh dan hasilnya sesuai dengan ekspektasi, proses sosialisasi dan pemenuhan fasilitas pembelajaran harus dilakukan di seluruh Indonesia, mulai dari ibu kota sampai ke pelosok-pelosok negeri, jika tidak kurikulum 2013 hanya bisa diberlakukan di Pulau Jawa, namun tidak di daerah-daerah terpencil yang fasilitasnya belum memadai.



C.    ANTARA KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR, DAN PENDEKATAN SAINTIK
Dalam rumusan kurikulum sebelumnya (KTSP) terjalin integrasi yang kuat antara standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Kompetensi dasar dan indikator dalam rumusan KTSP merupakan spesifikasi dari standar kompetensi, artinya kompetensi dasar  dan indikator merupakan prasyarat yang harus dikuasai oleh peserta didik untuk dapat mencapai standar kompetensi yang diharapkan dari setiap mata pelajaran. Pada kurikulum 2013 standar kompetensi berubah menjadi kompetensi inti. Setiap mata pelajaran hanya memiliki empat kompetensi inti yang meliputi aspek religiusitas, sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ketika kurikulum 2013 diterapkan, banyak guru masih memfokus kegiatan pembelajaran pada aspek pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4), sementara aspek religiusitas (KI-1) dan sikap (KI-2) masih kurang mendapatkan perhatian. Hal ini terjadi dalam penyusunan perangkat administratif pembelajaran dan implementasi di kelas. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa bedanya kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya (KTSP), apabila aspek yang ditekankan hanya pada pengetahuan dan keterampilan? Bukankah pada kurikulum sebelumnya hal tersebut sudah dilakukan?
Hal lain yang juga masih mengusik sebagian guru terkait penerapan kurikulum 2013 adalah masalah penilaian. Dalam aktivitas pembelajaran di kelas hanya tiga aspek yang dinilai, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini tentu membingungkan, karena pada rumusan kompetensi inti ada empat kompetensi inti yang harus dicapai dan dievaluasi. Namun, dalam penilaian mengerucut menjadi tiga aspek, di mana penilaian aspek religiusitas ditumpangtindihkan dengan penilaian sikap. Padahal antara religiusitas dan perilaku merupakan dua hal yang berbeda. Gambaran sederhananya adalah “seseorang yang terlihat memiliki iman baik belum tentu perilakunya juga baik, begitu pula sebaliknya, seseorang yang terlihat memiliki perilaku baik, belum tentu memiliki iman yang baik pula,” sehingga penilaian kedua aspek tersebut tidak bisa ditumpangtindihkan. Ingat, dalam penilaian di kelas para guru hanya mungkin menilai hal-hal yang ditampilkan siswa secara ekplisit, sedangkan untuk hal-hal yang bersifat  implisit hampir tidak mungkin dapat dievaluasi. Entah mengapa kompetensi inti untuk aspek religiusitas seperti dipaksakan harus ada, padahal sangat sulit untuk menilai tingkat keimanan seseorang. Bagaimana merumuskan indikator untuk aspek religiusitas? Instrumen apa yang harus digunakan untuk menilai tingkat keimanan siswa? Hal-hal seperti ini, mestinya mendapat penjelasan lebih lanjut dari pemerintah, khususnya kementerian pendidikan agar tidak terjadi kesalahan dalam aplikasi di lapangan. Belum ada standar yang jelas terkait implementasi kurikulum 2013 semakin menyulitkan para guru. Sejauh ini, kurikulum 2013 dilaksanakan menurut pemahaman dan persepsi dari masing-masing guru mata pelajaran. Dari sisi pendekatan, penerapan kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah yang disebut dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik pun tak sepenuhnya dipahami oleh sebagian guru sebagai pelaksana kebijakan di lapangan. Model pembelajaran dengan pendekatan saintifik mengarahkan peserta didik untuk aktif mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menegosiasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam implementasi kurikulum 2013 sudah sesuai dengan konstruksi tersebut? Jawabannya tentu tidak. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para guru masih sulit meninggalkan gaya lama, yaitu model pembelajaran teacher center. Para guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas, padahal kurikulum 2013 mengharapkan peserta didiklah yang diaktifkan dalam kegiatan pembelajaran, sementara guru hanya bertindak sebagai fasilitator, yang tugas pokoknya mendapingi dan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran.

D.    BUTUH WAKTU UNTUK MENGUBAH MINDSET GURU
Persoalan infrastruktur dan konten kurikulum menjadi persoalan mendasar yang menjadi hambatan penerapan kurikulum 2013 di lapangan. Sekarang mari kita berbiacara masalah yang lebih urgen, yaitu bagaimana sulitnya mengubah mindset guru yang sudah terbiasa mengajar dengan gaya tradisional, di mana guru lebih mengedepankan model pembelajaran teacher center. Guru-guru yang sudah terbiasa dengan model pembelajaran teacher center, kenyataannya masih sulit meninggalkan gaya lama tersebut. Bahkan dalam penerapan kurikulum KTSP, ketika guru mulai dituntut untuk lebih variatif dalam menerapkan metode dan teknik pembelajaran, model pembelajaran teacher center masih menjadi primadona. Pola pikir yang salah dengan menerapkan kurikulum terlebih dahulu baru kemudian guru menyesuaikan, tentu akan menjadi kendala utama bagi guru dalam menerapkan kurikulum 2013. Belum selesai dengan kurikulum KTSP, para guru sudah harus dihadapkan pada kurikulum yang baru, kurikulum 2013 yang kontennya masih dipahami secara samar-samar oleh para guru. Para guru memang wajib bisa melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 kapan pun kurikulum tersebut diterapkan, persoalan yang kemudian perlu mendapat perhatian  adalah mungkinkah kurikulum 2013 dilaksanakan sampai ke pelosok negeri, apabila proses sosialisasi masih .



Senin, 15 Desember 2014

rahasia menjadi orang sukse

50 Rahasia Menjadi Orang Sukses

1. Putuskan Untuk Menjadi Orang yang Berprestasi
Kejarlah impian anda. Jadikan kehidupan anda sebuah mahakarya dengan bersedia membayar harga kesuksesan. Orang berprestasi tahu ada harga yang harus dibayar. Dan mereka bersedia berkorban, berjuang, serta bekerja keras tanpa jaminan kesuksesan apa pun demi mewujudkan semua impian mereka.
2. Manfaatkan Semua yang Akan Membantu Anda Meraih Tujuan
Orang sukses terus-menerus mencari apa yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan. Mereka melihat ke depan agar dapat memosisikan diri di tempat terbaik ketika kesempatan muncul. Mulailah berpikir ke depan. Dengan berpikir dan berencana ke depan, anda akan mendapakan keuntungan dalam persaingan.
3. Sikap Anda Menentukan Posisi Anda
Sikap anda adalah pola pikir anda. Cara anda melihat segala sesuatu. Apakah anda lebih berfokus pada kemungkinan ataukah tantangan. Pikiran positif tidak menjamin kesuksesan. Tetapi, dengan pikiran positif, peluang sukses anda jauh lebih besar.
4. Efektifkan Hukum Rata-Rata Bagi Anda
Semakin sering anda gagal, semakin besar kesempatan anda untuk akhirnya sukses. Anda bahkan bisa menggagalkan diri sendiri supaya anda sukses. Karena setiap kali gagal, anda mendapatkan pengalaman.
5. Yakinlah Pada Diri Sendiri dan Yakinlah Anda Bisa Meraih Impian Anda
Jika anda yakin sesuatu itu mungkin dan bersedia melakukan apa pun, selama apa pun, yang diperlukan untuk menyelesaikannya, kesuksesan hanyalah masalah waktu. Anda bisa meningkatkan keyakinan diri melalui buku yang anda baca, CD yang anda dengarkan, dan orang-orang dengan siapa anda berhubungan. Jika menaruh hal-hal baik dalam pikiran, anda akan menjadi lebih kuat dan lebih yakin pada diri sendiri.
6. Gunakan Kekuatan Memilih Anda
Apa pun keadaannya, anda memiliki kekuatan untuk memilih bagaimana akan bereaksi. Anda memiliki kekuatan untuk memilih dengan siapa anda akan berhubungan, apa yang akan anda lakukan dengan waktu luang anda, buku apa yang akan anda baca, tindakan apa yang akan anda ambil dalam lima menit ke depan untuk membawa anda lebih dekat ke tujuan. Impian anda ada di sana untuk diwujudkan. Apakah anda akan menciptakan kehidupan yang luar biasa? Hal itu adalah pilihan anda.
7. Pikirkan Hal-Hal yang Memberdayakan
Apa yang anda pikirkan menentukan apa yang anda lakukan. Apa yang terus menerus anda pikirkan akan menentukan posisi akhir anda. Itulah sebabnya berhubungan dengan orang-orang berpikiran sama sangatlah penting. Dengan menciptakan sebuah tim impian dan secara reguler berhubungan dengan mereka, anda akan mempersiapkan diri untuk sukses dengan bantuan peer-pressure (tekanan teman sebaya) yang positif.
8. Yakinlah Bahwa Semua yang Anda Alami Ada Maksudnya
Belajarlah melihat sinar terang di balik setiap awan mendung. Setiap tantangan mengandung pelajaran besar. Tantangan ditujukan untuk memperlambat kita agar kita punya cukup waktu untuk mempelajari berbagai hal yang perlu kita pelajari dalam perjalanan menuju impian kita.
9. Fokuskan Semua Upaya Anda
Ketahui apa yang paling penting bagi anda dan fokuskan semua upaya anda untuk meraihnya. Jika anda memfokuskan semua upaya pada satu tujuan, kemungkinan sukses anda hampir pasti. Jika anda membagi fokus pada dua tujuan, kemungkinan sukses anda turun menjadi 66%. Jika anda memiliki tiga tujuan, kemungkinan sukses anda tinggal 25%. Orang berprestasi tinggi berfokus pada satu tujuan. Setelah meraihnya, mereka beralih ke tujuan selanjutnya.
10. Cara Menjadi Percaya Diri
Kepercayaan diri muncul dari persiapan. Kepercayaan diri tidak bisa dipalsukan. Kepercayaan diri muncul dari melatih suatu keterampilan hingga menguasainya. Begitu menguasai suatu keterampilan, anda pun merasa percaya diri. Begitu menguasai bidang anda, anda akan merasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri, anda bisa mulai meraih berbagai hal yang tak pernah anda bayangkan.
11. Singkirkan Pikiran Negatif Sejak Awal
Tantangan terbesar dalam perjalanan menuju kesuksesan adalah menguasai diri sendiri. Apa pun yang sedang anda lakukan, akan selalu ada saat di mana anda meragukan diri sendiri, mengalami konflik batin, serta ingin melakukan berbagai hal yang akan merintangi anda mencapai tujuan. Teruslah bertanya kepada diri sendiri, “Apa selanjutnya yang bisa aku lakukan sekarang agar lebih dekat dengan tujuanku?”
12. Kendalikan Kehidupan Anda Sendiri
Anda mengendalikan semua keputusan anda. Setiap kali memberikan kendali kepada orang lain, anda berhenti menjadi tuan dari takdir anda sendiri. Setiap kali mengambil tanggung jawab pribadi atas tindakan anda, anda mempertahankan kendali. Ambil tanggung jawab dan anda pun akan memegang kemudi kapal kehidupan anda sendiri. Andalah yang memutuskan apa yang akan terjadi.
13. Pelajari Orang Lain Untuk Menciptakan Situasi yang Sama-sama Menguntungkan
Membangun keterampilan berhubungan dengan orang sangatlah penting, karena melalui orang lain anda bisa meraih jauh lebih banyak daripada dengan usaha sendiri. Pandailah menunjukkan kepada orang lain bagaimana mereka bisa benar-benar mendapatkan keuntungan dengan bergabung bersama anda. Pelajari keterampilan kepemimpinan sehingga anda bisa mengajak orang untuk membantu anda meraih misi dalam kehidupan.
14. Kembangkan Keberanian Untuk Sukses
Keberanian berarti menjadi lebih besar daripada keadaan kita. Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut. Keberanian berarti bertindak meskipun merasa takut. Agar sukses dalam kehidupan, anda memerlukan dua jenis keberanian: keberanian untuk bertindak dan keberanian untuk bertahan. Keberanian untuk bertindak muncul dari keyakinan terhadap diri sendiri. Keberanian untuk bertahan muncul dari keinginan untuk sukses.
15. Senti demi Senti, Kesuksesan itu Mudah. Meter demi Meter, Kesuksesan itu Sulit
Tidak ada yang namanya kesuksesan kilat. Anda harus membangun landasan dari hari ke hari untuk waktu yang sangat, sangat lama. Anda harus memetik banyak kemenangan pribadi sebelum mengalami kemenangan publik. Rumah dibangun dengan satu batu bata setiap kali. Pertandingan sepak bola dimenangkan dengan satu permainan setiap kali. Bisnis dibangun dengan satu konsumen setiap kali. Setiap pencapaian besar adalah hasil dari banyak pencapaian yang lebih kecil.
16. Belajarlah dari Kesalahan Anda dan Posisikan Diri Untuk Menang
Kesempatan datang dan pergi. Kehidupan memiliki siklus yang datang dan pergi seperti ombak di lautan. Saat ketinggalan ombak, peselancar tidak membuang energi yang berharga dengan merasa kecewa. Ia belajar dari kesalahan, melakukan penyesuaian, dan memosisikan diri agar dapat memanfaatkan ombak berikutnya dengan sebaik-baiknya. Jadilah seorang peselancar kesempatan. Tempatkan diri pada posisi untuk menang.
17. Seberapa Besar Anda Menginginkan Impian Anda?
Seberapa besar anda menginginkan sesuatu akan menentukan apakah anda akan mendapatkannya. Jika keinginan anda cukup besar, tidak akan ada yang menghentikan anda dan anda akan menemukan jalan. Keinginan memberi anda kekuatan untuk membayar harga kesuksesan. Anda dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan keinginan dengan membayangkan secara jelas keinginan itu, menggunakan affirmasi secara tepat, dan berhubungan dengan orang-orang berpikiran sama.
18. Lakukan Sesuatu yang Anda Nikmati
Temukan bidang yang cocok bagi anda. Lakukan sesuatu yang anda nikmati. Lakukan sesuatu yang mau anda lakukan tanpa dibayar. Kehidupan terlalu singkat untuk digunakan melakukan hal lain. Jika mencintai pekerjaan anda, anda pasti akan sukses.
19. Cara Menggandakan Pendapatan Anda
Ambil rata-rata penghasilan tahunan lima orang dengan siapa anda paling sering menghabiskan waktu, maka anda mendapatkan penghasilan tahunan anda. Sembilan puluh persen kesuksesan ditentukan oleh dengan siapa anda bergaul. Mengapa demikian? Karena cara berpikir orang sukses berbeda dari orang tidak sukses, dan anda menjadi seperti orang dengan siapa anda berhubungan. Jika anda ingin menggandakan pendapatan, mulailah bergaul dengan orang-orang berpendapatan dua kali lebih besar daripada anda.
20. Raihlah Medali Emas!
Orang berprestasi tinggi tidak puas dengan kualitas menengah. Mereka tidak mau menjadi nomor dua. Mereka tidak puas sekadar berbuat seperti cara orang lain sebelum mereka. Para pemenang selalu ingin menaikkan standar. Mereka ingin unggul dan ingin apa pun yang mereka lakukan berkualitas nomor satu. Mereka melangkah lebih jauh. Mereka melakukan upaya tidak biasa dalam menjalani tugas biasa. Berfokuslah untuk melakukan apa pun dengan kesempurnaan, dan anda pun akan membangun reputasi yang akan membawa anda ke puncak.
21. Harapkan yang Terbaik
Jika anda yakin sesuatu itu mungkin dan anda bersikap sesuai keyakinan itu, dunia akan berkonspirasi untuk mewujudkan impian, rencana, dan cita-cita anda. Cepat atau lambat, mereka yang menang adalah mereka yang merasa bisa menang.
22. Gandakan Takdir Kegagalan Anda dan Anda akan Menggandakan Kesuksesan Anda
Orang sukses menerima kegagalan sebagai bagian dari kehidupan dan memutuskan untuk memanfaatkan kegagalan itu sebaik mungkin. Mereka melihat setiap kemunduran sebagai pelajaran untuk diterapkan dalam perjalanan menuju kesuksesan. Mereka memahami bahwa kegagalan hanyalah bagian dari proses dan bahwa menghindari kegagalan sementara akan mengakibatkan kegagalan permanen.
23. Jika Memiliki Harapan akan Masa Depan, Anda Memiliki Kekuatan pada Saat Ini
Harapan membuat anda bisa melihat yang tak kasatmata dan meraih yang mustahil. Napoleon mengatakan bahwa tugas nomor satu seorang pemimpin adalah memberi pengikutnya harapan. Ketika memiliki harapan, orang akan bertarung demi impian mereka. Ketika kehilangan harapan, mereka mundur. Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang memberi semangat – orang-orang yang akan menanamkan harapan serta keyakinan pada diri anda sehingga anda bisa menjadi diri anda yang maksimal.
24. Bertindaklah Meskipun Anda Takut
Jika anda ragu karena takut, rasa takut itu akan tumbuh. Jika dengan gagah berani anda melakukan apa yang anda takuti, rasa takut itu akan lenyap. Karena rasa takut hanyalah kondisi pikiran. Rasa takut hanyalah kamuflase. Jangan biarkan rasa takut mengendalikan anda. Hancurkan rasa takut dengan tindakan gagah berani. Bersikap berani berarti bertindak meskipun merasa takut. Bersikap seperti pengecut berarti lari dari rasa takut. Mana yang anda inginkan? Bersikap berani atau menjadi pengecut? Anda yang menentukan.
25. Anda Harus Menanam Sebelum Menuai

Anda harus menanam benih sebelum bisa menuai. Semakin banyak menanam, semakin banyak pula anda menuai. Jika menanam sebutir gandum, anda akan menuai setengah liter gandum. Jika menanam setengah liter, anda akan menuai lima liter. Yang anda tuai selalu lebih banyak daripada yang anda tanam. Jangan menilai setiap hari berdasarkan panena yang anda tuai, tetapi berdasarkan benih yang anda tanam.
26. Selalu Tetapkan Tujuan
Maksud dari tujuan adalah memfokuskan perhatian kita serta memberi kita arah. Sebelum memiliki arah yang jelas, pikiran takkan mencari jawaban. Ketika anda memiliki tujuan yang jelas, keajaiban pun terjadi. Anda mulai menerima berbagai gagasan serta pikiran yang membawa anda kepada tujuan. Kehidupan tanpa tujuan itu membosankan. Kehidupan yang penuh dengan tujuan adalah petualangan.
Tulis tujuan anda setiap pagi sebelum melakukan hal lain. Hal itu merupakan tindakan komitmen yang menjadi landasan sebuah hari yang produktif.
27. Berkomitmenlah pada Pengembangan Diri Berkelanjutan
Orang paling sukses di bidang apa pun adalah orang yang terus menerus belajar. Mereka secara teratur membaca buku, mendengarkan program audio pengembangan diri, dan menghadiri seminar. Mereka memahami aturan ‘slight edge’ (atau ‘keunggulan tipis’). Jika mempelajari dan menerapkan gagasan baru yang memberikan sedikit keunggulan, mereka bisa memenangkan persaingan. Jika membaca selama 15-30 menit sehari dan mendengarkan porgram audio sekali seminggu dalam perjalanan menuju tempat kerja, tak lama lagi anda akan menjadi ahli dalam bidang anda. Berinvestasilah pada diri sendiri, maka anda pun akan mulai menghasilkan lebih banyak uang serta menumbuhkan bisnis anda.
28. Kebiasaan Anda akan Mengembangkan atau Menghancurkan Anda
Kebiasaan anda akan membawa anda pada kegagalan atau kesuksesan. Itulah sebabnya berhubungan dengan para pemenang dan membaca buku yang tepat sangatlah penting. Anda akan seperti orang-orang dengan siapa anda berhubungan. Anda mengambil kebiasaan mereka. Dan kebiasaan menentukan hasil.
29. Cara Menjadi Bahagia
Anda tidak bisa mengejar kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hasil sampingan dari tiga kualitas hubungan, tingkat kendali yang anda rasa anda miliki dalam kehidupan, serta penggunaan berkah dan potensi anda dalam pengejaran tujuan atau impian yang bernilai.
Jika anda ingin lebih bahagia, berusahalah meningkatkan hubungan dengan orang-orang terpenting dalam kehidupan anda, dan kejarlah impian dengan seluruh jiwa dan raga anda.
30. Kejujuran itu Sangat Menguntungkan
Orang berpikiran sempit tidak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Perbuatan baik akan mendapat imbalan dan perbuatan jahat akan mendapat hukuman. Lebih baik gagal secara terhormat daripada sukses secara tidak jujur.
31. Perlombaan
Semua dalam kehidupan ini seperti perlombaan, penuh suka duka dan naik turun. Dan satu-satunya hal yang harus anda lakukan agar menang adalah bangkit setiap kali terjatuh. Dan ketika depresi serta keputusasaan berteriak lantang di hadapan saya, suara lain dalam diri saya berkata, “Bangun dan menangkan perlombaan!”
32. Bangkitlah dari Keterpurukan
Orang-orang di daerah kumuh memiliki satu kesamaan. Mereka semua mengalami tantangan besar yang membuat mereka menyerah dalam kehidupan, dan mereka sangat ingin menceritakan kepada anda situasi yang menaklukkan mereka itu. Mereka terus-menerus memupuk rasa takut mereka.
Saat terpuruk, orang sukses bereaksi dengan cara berbeda. Mereka bangkit kembali, belajar, melupakan situasi yang telah membuat mereka terpuruk, dan berjalan maju.
33. Jadilah Orang yang Bertindak
  1. Berfokuslah pada apa yang bisa anda lakukan SEKARANG!
  2. Jangan menunggu hingga keadaan menjadi sempurna. Selesai lebih baik daripada sempurna.
  3. Gagasan saja tidak ada gunanya. Gagasan yang dilaksankan tak ternila harganya.
  4. Jika anda bertindak sekarang dan menghadapi rasa takut, rasa takut itu akan hilang.
  5. Jangan menunggu hingga anda merasa ingin melakukan sesuatu. Segera bertindak akan membuat anda ingin bertindak lebih banyak lagi.
  6. Jangan membuang waktu dengan mempersiapkan diri untuk melakukan sesuatu. Segeralah mulai.
34. Anda Akan Menjadi Siapa Anda Menurut Pikiran Anda
Anda mendapat perlakuan yang menurut anda layak anda terima karena orang lain melihat pada diri anda apa yang anda lihat pada diri sendiri. Jika merasa lebih rendah, anda akan bersikap lebih rendah, dan orang lain akan memperlakukan anda demikian.
Cara anda berpikir menentukan cara anda bertindak, dan cara anda bertindak menentukan cara orang lain bereaksi pada anda. Semakin besar rasa hormat anda kepada diri sendiri, semakin besar pula rasa hormat orang lain kepada anda.
35. Cara Membangun Rasa Percaya Diri
  1. Pikirkan hal-hal positif saja.
  2. Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif
  3. Berjalanlah lebih cepat. Bejalanlah dengan tujuan.
  4. Berdirilah dengan sikap percaya diri: kepala tegak, bahu tegap, perut masuk.
  5. Tatap orang di matanya dan tersenyumlah.
  6. Perkenalkan diri kepada orang lain. Jangan tunggu mereka memperkenalkan diri kepada anda.
  7. Ungkapkan pikiran anda.
36. Jangan Membuat Alasan
Orang sukses tidak cari alasan. Walau bisa cari alasan, mereka tidak melakukannya. Alasan merupakan alibi yang membantu orang menyelamatkan muka ketika mereka tidak memberikan hasil yang seharusnya. Tak ada yang ingin mendengar alasan anda. Mereka hanya ingin tahu apa yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang seharusnya anda capai.
37. Keyakinan Memberi Anda Keyakinan Untuk Bertindak
Keyakinan adalah langkah pertama menuju kesuksesan. Bahkan sekadar yakin saja sudah merupakan sesuatu yang baik. Begitu anda yakin, anda bisa mulai mencari tahu “cara” meraih tujuan anda.
Angan-angan semu tidak memiliki kekuatan. Keyakinan anda membuat anda tahu “cara saya akan melakukannya”. Saat yakin, anda menarik orang yang akan membantu karena tiba-tiba mereka percaya pada anda. Keyakinan menentukan apa yang akan anda raih dalam kehidupan.
38. Jatuh Cintalah Pada Proses
“Saat berumur lima belas tahun, saya punya visi jelas tentang memenangkan kontes Mr. Universe dan digerakkan oleh pikiran itu. Bisa dikatakan hal itu sangat spiritual, karena saya begitu yakin pada jalur itu, jalan itu, hingga saya tak pernah ragu akan bisa mewujudkannya.”
Tergerak oleh visinya menjadi Mr. Universe, Arnold Schwarzenegger pun berlatih lima jam sehari, menikmati setiap menitnya, karena merasa setiap kali pergi ke gym, ia selangkah lebih dekat ke cita-citanya memenangkan kompetisi itu. Pada usia 20 tahun, ia menjadi pria termuda yang memenangkan gelar Mr. Universe.
39. Manfaatkan Kesempatan
Kesempatan itu seperti gelombang. Anda harus mulai mendayung untuk menangkapnya, jika tidak, anda akan ketinggalan. Pemenang tidak ragu-ragu. Mereka melompat, tahu bahwa akan muncul jaring.
40. Pilih Bidang yang Tepat Bagi Anda.
Anda akan sukses begitu menemukan bidang yang cocok untuk anda. Bidang di mana anda bisa unggul. Kebanyakan orang bermain dalam bidang yang salah. Tanpa sengaja, mereka menghubungkan diri dengan pekerjaan, hubungan, atau pergaulan yang buruk. Jika hal itu merupakan penggambaran diri anda, anda perlu membebaskan diri. Anda perlu mematahkan rantai yang menahan anda dan mulai bermain dalam bidang yang dirancang untuk anda.
41. Bermitralah dengan Orang-orang Penting Untuk Meraih Impian Anda
Jangan pernah membiarkan kurangnya pengetahuan atau sumber merintangi anda mengejar impian. Carilah orang penting yang bisa anda jadikan mitra, orang yang memiliki keterampilan serta sumber yang anda perlukan berjalan maju.
42. Sikap Anda Menentukan Ketinggian Anda
Penelitian terhadap orang sukses telah membuktikan bahwa peranan sikap kesukesan adalah 80%, sementara kemampuan alami hanyalah 20%.
Apakah sikap itu? Sikap berarti berpikir seperti pemenang. Berharap untuk menang. Bersedia membayar harganya. Memutuskan untuk membuat hal itu terjadi. Percaya Anda bisa melakukannya. Berpengharapan positif. Sikap adalah rasa percaya diri yang dipasangkan dengan etos kerja yang kuat.
43. Mulailah Membuat Lebih Banyak Keputusan
Pemimpin membuat keputusan – sepanjang waktu. Pengikut membuat saran. Membuat saran itu mudah karena tidak melibatkan tindakan atau rasa takut gagal. Membuat keputusan itu sulit. Hal itu memerlukan keberanian karena selalu ada sesuatu yang dipertaruhkan.
Mulailah membuat lebih banyak keputusan. Mulailah lebih banyak bertindak. Semakin banyak yang anda lakukan, semakin mantap kepemimpinan anda, dan akan semakin majulah anda, baik secara personal maupun profesional.
44. Kegigihan Akhirnya Berbuah
Pada umur 21 tahun, bisnisnya gagal.
Pada umur 22 tahun, ia kalah dalam pemilihan Dewan Legislatif Negara Bagian.
Pada umur 23 tahun, bisnis keduanya gagal.
Pada umur 25 tahun, kekasihnya meninggal.
Pada umur 26 tahun, ia menderita depresi hebat.
Pada umur 28 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 30 tahun, ia kalah dalam pemilihan lain.
Pada umur 33 tahun, ia kalah lagi dalam pemilihan lain.
Pada umur 38 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Kongres.
Pada umur 45 tahun, ia kalh dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 46 tahun, ia kalah dalam pemilihan wakil presiden.
Pada umur 49 tahun, ia kalah dalam pemilihan anggota Senat.
Pada umur 50 tahun, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Kehidupan yang sulit dan penuh kegagalan membantu Abraham Lincoln cukup tangguh untuk memimpin Amerika Serikat selama Perang Saudara.
Jika sedang menjalani berbagai kesulitan dalam kehidupan, anda tengah dipersiapkan untuk satu tujuan penting dan besar.
45. Tips Singkat Untuk Sukses
1. Jangan takut terhadap pesaing. Hormati mereka.
2. Semakin keras anda bekerja, akan semakin beruntunglah anda.
3. Perhatikan detail.
4. Kenali diri sendiri. Gunakan kekuatan anda.
5. Kerja keras dan usaha akan menebus kesalahan.
6. Jujurlah pada diri sendiri. Ikuti kata hati.
46. Jangan Mengkritik Diri Sendiri
Menoleh ke belakang dan melihat apa yang mungkin bisa anda lakukan secara berbeda sangatlah mudah. Selama untuk mencari cara meningkatkan kinerja, menoleh ke belakang tidak apa-apa. Tetapi, jangan membuang waktu dengan mengkritik diri sendiri. Hasil anda di masa lalu didasari pengalaman anda di masa lalu. Jika anda gagal, gunakan pengalaman baru anda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lain kali.
47. Bersiaplah Untuk Menang
Tetapkan pandangan pada satu tujuan, tetapi berfokuslah pada persiapan – pada apa yang harus anda lakukan – dan berpikirlah untuk meraih tujuan anda itu. Kemenangan merupakan produk sampingan dari persiapan dan usaha. Berfokuslah pada persiapan serta usaha dan hasil anda pun akan mengurus dirinya sendiri.
48. Selalu Bermain dengan Maksimal
Yang penting adalah usaha total. Selama anda melakukan yang terbaik, tidak ada rasa malu. Entah dalam pekerjaan, masyarakat, atau kehidupan pribadi, selalu lakukan yang terbaik. Anda tak bisa mengendalikan keadaan supaya anda menjadi lebih baik daripada orang lain. Tetapi, anda bisa mengendalikan usaha anda untuk melakukan yang terbaik. Kesuksesan pribadi muncul dari usaha total. Jika tidak melakukan yang terbaik, anda telah menggagalkan diri sendiri.
49. Ubah Kegagalan
Jika, dalam hati, anda tahu telah melakukan yang terbaik, tidak ada yang namanya kegagalan. Itulah sebabnya usaha maksimal sangant penting. Anda selalu menang ketika berusaha maksimal.
50. Miliki Kebiasaan Bertindak – Lakukan Tindakan Besar
Anda memiliki apa yang diperlukan untuk menang besar dalam kehidupan. Anda hanya perlu bertindak. Bertindak besar. Itulah yang orang sukses lakukan. Mereka mencari tahu di mana mereka ingin berada dan kemudian melompat ke dalam arena serta bertindak. Di sepanjang jalan, mereka terus-menerus mengembnagkan diri untuk menjadi semakin ahli. Apa impian anda? Apakah anda siap meraih medali emas? Apakah anda siap bertindak dan menjadikan kehidupan anda sebuah petualangan?



orang sukses punya pola pikir…, atau cara berfikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses. Apa saja itu ? 
Banyak Buku Biography yang menceritakan tentang bagaimana perjalan hidup, dan karir bisnis dari orang-rang sukses yang ada di dunia ini – dan tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur – dan juga menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi setiap orang lain-nya yang ada di muka bumi ini, agar tentunya, setiap orang lain juga berhak dapat meraih rahasia dari “kesuksesan” tadi – sebelum action, dalam mencapai sukses tentunya, harus dimulai dari merubah kebiasan konsep pola pikir ( mind set ) yang lama, menjadi lebih baru, dan lebih terbuka dan tanggap terhadap setiap segala hal yang sedang terjadi – dalam memaknai setiap hal, dengan lebih cermat sehingga dapat menumukan solusi baru dalam melangkah mencapai menuju anak tangga kesuksesan tersebut. dan apa saja yag menjadi pola pikir orang sukses..
Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang lebih besar, Kita sewajarnya harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.
Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses. Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.
Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigih dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memadang pengalaman ke gagalnya sebagai suatu “trauma” yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.
Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah yang datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyetah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat. Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,. Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya. Orang gagal biasanya takut mencoba. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal.

____