selamat datang di blogg Riyowansyah 24-03-2015 mengejar impian

Kamis, 11 Desember 2014

Pengertian sosiologi politik

Pengertian sosiologi politik 
 
 A. Pengertian Sosiologi
Sosiologi dicuatkan oleh COMTE dan HERBERT SPENCER (1820-1903)
1.PITIRIM SOROKIN
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbale balik antara aneka macam gejala social.
Contoh: gejala ekonomi. Gejala keluarga dan gejala moral
2.SELO SUMARDJAN DAN SOELAEMAN SOEMARDI
Sosiologi adalah ilmu kemasyakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses proses sosial termasuk perubahan social

B. Pengertian Politik
Menurut ARISTOTELES
Politik adalah usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama
      ·         Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah dan Negara
      ·         Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan dimasyarakat
      ·         Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik

C. Pengertian Sosiologi Politik menurut para ahli
Sosiologi politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan kedalam hubungan yang sselalu berubah antara social dan politi
 1.      Tom Bottomove :
Memfokuskan perhatiannya pada aspek di kelas sosial, gerakan sosial, parpol, aksi politik, dan politik global.
2. Maure Dekverger, 1996 :
Ilmu tentang kekuasaan pemerintahan otoritas, komando dalam semua masyarakat manusia yang bukan saja masyarakat nasional, tetapi juga dalam masyarakat lokal dan masyarakat lainnya.
3. Fanlks, 1999 :
Studi yang mempelajari hubungan kekuasaan yang saling bergantung antara negara dan masyarakat sipil.
4. Secara umum :
Pada dasarnya berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dan wewenang dalam pelaksanaan kegiatan sistem politik yang banyak dipengaruhi oleh lembaga faktor sosial budaya.
5. A.A. Said Gatara,M.Si dan Moh. Dzulkiah Said, M.Si :
Disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara masyarakat dan politik hukum dengan masyarakat, lembaga-lembaga politik disuatu sisi dan masyarakat dengan proses politik (sosialisasi, partisipasi, rekrument komunikasi dan konflik lain).
6. Drs. Mangohi Rahuman, M.Si. Sosiologi Politik :
Penelitian mengenai hubungan antara masalah-masalah politik dalam masyarakat antara struktur sosial dan struktur politik, dan antara tingkah laku sosial dengan tingkah laku politik.
7. Kolkorj 1987 :
Sebagai studi yang mempelajari partisipasi dalam pembuatan kegiatan tentang kehidupan yang luas dan yang menyempit
8. Rush dan Ahoff :
Sebagai proses khususnya, proses hubungan antara masyarakat dan politik, hubungan antara struktur-struktur sosial dan hubungan antara tingkah laku sosial dan tingkah laku politik.
9. Maunce Duverger :
Studi tentang kekuasaan setiap pengelompokkan manusia bukan saja didalam bangsa.
10.  Pitirim Sorokin :
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, hubungan dan saling pengaruh antara gejala-gejala sosial dan gejala non-sosial , ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial

            Jadi sosiologi politik adalah ilmu yang mempelajari mata rantai antara politik dan Masyarakat. sebagai jembatan teoritis dan sosiologis antara sosiologi dan ilmu politik(hybrid interdisipliner) Satori.
1. Bidang sosiologi Politik
a. masalah-masalah politik dan Masyarakat
b. struktur social dan struktur politik
c. antara tingkah laku social dan tingkah laku politik
2. Konsepsi Sosiologi Politik
a. Sosialisasi Politik
            adalah proses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali system politik, yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik.
            Mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultur, lingkungan politik dan lingkungan social dari Masyarakat individu yang bersangkutan
            Mempelajari sikap-sikap politik serta penilainnya terhadap politik
Maka sosialisasi politik merupakan mata rantai paling penting antara system-sistem social dengan system-sistem politik.
            Sosialisasi politik sangat penting sebagai suatu proses dengan mana individu-individu sampai pada kadar yang berbeda , bisa terlibat dalam satu system politik yaitu dalam partisipasi politik.
b. Partai Politik
adalah keterlibatan  individu sampai pada bermacam-macam tingkatan didalam sistem politik
            aktivitas politik bisa bergerak dari ketidakterlibatan sampai dengan aktivitas jabatannya. Karena partisipasi politik berbeda-beda dalam Masyarakat,maka penting untuk kita pelajari konsep-konsep mengenai APATHI Politik dan dan alienasi serta peran mereka dalam ketidakterlibatan meeka dan keterlibatan mereka yang terbatas. Dan partisipasi bisa menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan partisipasinya termasuk didalamnya tingkatan paling atas dari partisipasi dalam bentuk pengadaan bermacam-macam tipe jabatan
c. Pengrekrutan Politik
            adalah proses dengan mana individu-individu menjamin atau mendaftarkan diri untuk menduduki suatu jabatan.
            Pengrekrutan merupakan proses dua arah dan sifatnya bisa formal maupun informal. Dikatakan formal apabila para individu direkrut dengan terbuka melalui cara institusional berupa seleksi ataupun pemilihan. Sedangkan dikatakan informal  apabila para individu direkrut secara Prive (sendirian)tanpa melalui atau sedikit sekali melalui cara institusional
d. Komunikasi Politik
Sebagian system politik kepada bagian lainnya dan diantara system-sistem social dengan system-sistem politik.
            Komunikasi politik memainkan peranan penting dalam sistem politik komunikasi politik menentukan elemen dinamis dan menjadi bagain menentukan dari sosialisasi politik partisipasi politik dan pengrekrutan politik 

Kamis, 04 Desember 2014

cerita tentang bahasa inggris



My Holiday In Idul Fitri      

In last Idul Fitri, I went to my grandmother's house, my grandmother's house in muara pinang , I went there with my family. Once there we continued to rest, and tomorrow morning we went to the recreation that was lintang , it was a very beautiful waterfall.
To get there we had trouble because the visitors are very crowded so we were stuck in traffic long enough, it’s about 1  km. Upon arriving at our destination immediately find a place to sit cross-legged and put under on our luggage, then I change my clothes to take a shower under the waterfall splash. The scenery is very beautiful, so that we use to took pictures with my family. After the shower and take pictures, my family and I took a break over lunch. And finally we decided to go home. During the journey back to my grandmother's house, we were stuck in traffic again. After several hours on the road we finally arrived at my grandmother's place
 
 Liburanku Saat Idul Fitri   
         
              Pada saat liburan kemarin, saya pergi ke rumah nenek saya, rumah nenek saya berada di muara pinang , saya pergi kesana bersama keluarga saya. Setiba di sana kami terus beristirahat dan ke esokkan harinya kami pergi ke tempat rekreasi  yang berada di lintang  yaitu sebuah air terjun yang sangat indah. Untuk menuju kesana kami mengalami kesulitan karena pengunjungnya sangat ramai sehingga kami terjebak kemacetan yang cukup panjang, yaitu sekisar 1 km. Setelah tiba di tempat tujuan kami langsung mencari tempat lesehan unuk duduk dan menempatkan barang bawaan kami, kemudian saya mengganti pakaian untuk mandi di bawah guyuran air terjun. Pemandangannya sangat indah, sehingga kami manfaatkan untuk berfoto bersama dengan keluarga saya. Selesai mandi dan berfoto, saya dan keluarga saya beristirahat sambil makan siang. Dan pada akhir nya kami putuskan untuk pulang. Selama perjalanan menuju pulang ke rumah nenek saya, kami mengalami ke macetan lagi. Setelah beberapa jam di jalan akhirnya kami sampai di tempat nenek saya.     


makalah al-qur'an


                                                        PENDAHULUAN

            Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Al-Qur’an merupakan salah satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat islam dan sampai sekrang masih terjaga keasliannya. Al-Qur’an memiliki multifungsi dan selalu cocok dengan fenomina dalam kehidupan ini, hal ini merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh Al-Qur’an. Al-Qur’an dalam pengumpulannya mempunyai dua tahap : tahap pertama yaitu tahap pengumpulan al-qur’an dalam arti menghafal pada masa nabi, tahap kedua pengumpulanal – quran dalam arti penulisan Al-Qur’an pada masa nabi, hal ini dinamakan pengahafalan dan pembukuan tahap pertama. Setelah wafatnya Nabi proses pengumpulan Al-Qur’an terus dilaksanakan oleh para khalifah sehingga terbentuklah yang namanya “mushaf usmani” seperti yang ada pada sekarang ini. Penyebaran islam bertambah luas membuat dan para qurra pun tersebar dan itu memiliki latarbelakang yang berbeda sehingga menimbulkan perbedaan dalam tatacaramembaca Al-Qur’an sejalan dengan perbedaan “huruf” yang dengannya huruf diturunkan. Hal ini menimbulkan kecemasan dikalangan sahabat tak terkecuali khalifah pada waktu itu ya itu Usman bin Affan, melihat kejadian hal itu khalifah Usman memerintahkah danmengirimkan utusan kepada Hafsah ( untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya ) dan Hafsah pun mengirimkan lembaran-lembaran itu kepadanya. Kemudian Usman mamanggil Zaid bin Zabit Al-Ansari, Abdullah bin Zabair, Sa’id bin ‘As, dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam, ketiganya adalah orang quraisy ( Al-Qattan; 2007:193 ). Khalifah Usman bin Affan memerintahkan kepada ketiga orang Quraisy itu untuk menyalin dan memperbanyak Al-Qur’an dengan satu pedoman dalam cara – cara membacanya, hal ini telah disepakati oleh para sahabat .



      BAB II     
PEMBAHASAN



2.1    Pengertian        
            Menurut bahasa, “Qur’an” berarti “bacaan”, pengertian seperti ini ditemukan dalam Al-Qur’an sendiri yakni dalam surat Al-Qiyamah, ayat 17-18 :            “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an ( di dalam dadamu ) dan ( menetapkan ) bacaannya ( pada lidahmu ) itu adalah tanggungan kami. ( Karena itu ), jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”.
Adapun menurut istilah Al-Qur’an berarti: “Kalam Allah yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad, yang disampaikan secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah”.          

2.2    Penurunan Al-Qur'an
            Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur – angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.
Al-Qur’an terdiri dari 114 surah, 30 juz, dan 6.236 ayat menurut riwayat hafsh, 6.262 ayat menurut riwayat Ad-Dur, atau 6.214 ayat menurut riwayat Warsy. Ayat 0 ayat yang turun pada periode mekah ( ayat makiyah ) sekitar 4.780 ayat yang tercakup dalam 86 sura. Ayat – ayat yang turun pada periode Madinah ( ayat madaniyah ) sekitar 1.456 ayat yang tercakup dalam 28 surah.   

2.3    Sejarah Turunnya Al-Qur’an
Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara, antara lain:
1.    Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Nabi SAW tiba – tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya      .
2.    Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki – laki dan mengucapkan kata – kata di hadapan Nabi SAW   .
3.    Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng. Menurut Nabi SAW, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai – sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin.               
4.    Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli.
Setiap kali mendapat wahyu, Nabi SAW lalu menghafalkannya. Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril. Ayat Al-Qur’an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-’Alaq, ketika ia sedang berkhalwat di Gua Hira, sebuah gua yang terletak di pegunungan sekitar kota Mekah, pada tanggal . 17 Ramadhan M – 9 Dzulhijah 674 M.

2.4    Kodifikasi Al-Qur’an            
                Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW, bahkan sejak Al-Qur’an diturunkan. Setiap kali menerima wahyu, Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka.
Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat – ayat yang diajarkannya, Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepah – pelepah kurma, lempengan – lempengan batu, dan kepingan – kepingan tulang   .

2.5    Makkiyah dan Madaniyah
                Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat – surat Makkiyah ( surat Mekkah ) dan Madaniyah ( surat Madinah ). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat – surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.
Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek – pendek, menyangkut prinsip – prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang – panjang, menyangkut peraturan – peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya ( syari'ah ). Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah Nama lain Al-Qur'an.   

2.6    Fungsi Al-Qur’an   
                Setelah mengetahui pokok – pokok  ajaran Al-Qur’an , selanjutnya kita dapat kita dapat memahami fungsi Al-Qur’an itu sendiri. Al-Qur’an sebagai kitab syariat terakhir yang diturunkan juga memiliki tujuan dan misi kehadirannya, antara lain sebagai berikut : sebagai pedoman hidup manusia Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Di dalamnya terdapat penjelasan – penjelasan mengenai petunjuk serta pembela ( antara yang hak dan yang batil ) :

1. Sebagai pembenar dan penyempurna kitab – kitab terdahulu dalam surah Ali imran ayat 3, Allah  swt berfirman: "Dia menurunkan kitab ( Al-Qur’an ) kepadamu ( Muhammad ) yang mengandung kebenaran, membenarkan ( kitab – kitab ) sebelumnya, dan menurunkan taurat dan injil".
2.    Sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan Al-Qur’an membawa berita gembira dan peringatan bagi orang – orang yang mengingkarinya. Disamping itu Al-Qur’an menjelaskan kriteria – kriteria golongan yang memperoleh berita gembira dan yang mendapatkan ancaman dan peringatan, perahatikan ayat berikut : "katakanlah ( muhammad ), aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat bagi dirimu kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang ghoib, niscaya aku akan membuat kebajikan sebanyak – banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang – orang yang beriman" QS Al-A'raf : 188 .
3.    Sebagai sumber pokok ajaran islam Al-Qur’an merupakan sumber pokok ajaran islam yang pertama. didalamnya terdapat keterangan – keterangan yang dibutuhkan oleh manusia untuk mengolah alam jagat raya ini. bahkan, sumber pokok tersebut tidak hanya mengantarkan manusia untuk bahagia didunia saja, tetapi juga bahagia di akhirat.  

2.7    Nama – nama lain Al-Qur'an           

Al-Qur'an, kitab suci agama Islam memiliki banyak nama. Nama – nama ini berasal dari ayat – ayat tertentu dalam Al-Qur'an itu sendiri yang memakai istilah tertentu untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Yaitu :      
1.    Al-Kitab ( buku )      
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya,  petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. ( QS. Al-Baqarah [2]:2 ).             
2.    Al-Furqan ( pembeda benar salah )
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba – Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. ( QS. Al-Furqaan [25]:1 ). 
3.    Adz-Dzikr ( pemberi peringatan )    
Sesungguhnya Kami – lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar – benar memeliharanya. ( QS. Al Hijr [15]:9 ).        
4.    Al-Mau'idhah ( pelajaran  atau nasihat )      
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit – penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang – orang  yang beriman. ( QS. Yunus [10]:57 ).   
5.    Asy-Syifa' ( obat atau penyembuh )               
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit – penyakit ( yang berada ) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang – orang yang beriman. ( QS. Yunus [10]:57 ).    
6.    Al-Hukm ( peraturan atau hokum ) 
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan ( yang benar ) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali – kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap ( siksa ) Allah. ( QS. Ar Ra'd [13]:37 )               .
7.    Al-Hikmah ( kebijaksanaan )              
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). ( QS. Al Israa' [17]:39 ).
8.    Al-Huda ( petunjuk )             
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk ( Al-Qur'an ), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak ( takut pula ) akan penambahan dosa dan kesalahan. ( QS. Al Jin [72]:13 ).
9.    At-Tanzil ( yang diturunkan  )            
Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar – benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, ( QS. Asy Syu’araa’ [26]:192 ).       
10.    Ar-Rahmat ( karunia )         
Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar – benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang – orang yang beriman. ( QS. An Naml [27]:77 ). 
11.    Ar-Ruh ( ruh )         
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba – hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar – benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. ( QS. Asy Syuura [42]:52 ).  
12.    Al-Bayan ( penerang )         
( Al-Qur'an ) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang – orang yang bertakwa. ( QS. Ali Imran [3]:138 ).  
13.    Al-Kalam ( ucapan atau firman )     
Dan jika seorang di antara orang – orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. ( QS. At Taubah [9]:6 ).
14.    Al-Busyra ( kabar gembira )              
Katakanlah: "Ruhul Qudus ( Jibril ) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan ( hati ) orang – orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang – orang yang berserah diri ( kepada Allah )". ( QS. An Nahl [16]:102 ).
15.    An-Nur ( cahaya )  
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. ( Muhammad dengan mukjizatnya ) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. ( Al-Qur'an ). ( QS. An Nisaa' [4]:174 ).          
16.    Al-Basha'ir ( pedoman )     
Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. ( QS. Al Jaatsiyah [45]:20 )  .
17.    Al-Balagh ( penyampaian atau kabar            )
(Al-Qur'an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan – Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang – orang yang berakal mengambil pelajaran. ( QS. Ibrahim [14]:52 ).            
18.    Al-Qaul ( perkataan atau ucapan ) 
Dan sesungguhnya telah kami turunkan berturut – turut perkataan ini ( Al-Qur'an ) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. ( QS. Al Qashash [28]:51 ).